Rabu, 05 Maret 2008

WARNA

Warna


BAYANGKAN jika di dunia ini tanpa ada warna, semuanya akan statis dan membosankan. Tidak ada dinamika dan tidak ada perbedaan. Mungkin juga jika tidak ada warna, maka tidak ada kehidupan. Tapi, rasanya tidak mungkin demikian. Denyut kehidupan sejatinya adalah dinamika warna.
Oleh karena itu, anak-anak sejak usia dini telah diajarkan untuk mengenal aneka warna. Walaupun ia belum mengerti makna sebuah warna, namun demikian anak-anak hafal nama warna.
Begitu penting sebuah warna. Warna bukan hanya simbol, warna bukan hanya corak rupa seperti merah, putih, hijau, kuning. Tapi warna telah memberikan napas dan roh kehidupan. Yakinlah, warna juga telah membuat seseorang semangat, penuh dengan spirit dan optimis dalam menyikapi suatu perubahan. Namun demikian, sehebat apa pun kekuatan warna, tak akan berarti apa-apa. Jika tidak ada kekuasaan Tuhan yang telah memberikan umatnya kemampuan melihat dan menikmati warna-warni kehidupan. Kemampuan indera mata telah memberikan arti bagi soseorang dalam menentukan pilihan hidupnya untuk menikmati warna yang ia sukai.
Apalagi menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel, sejumlah bakal calon kandidat telah menggunakan simbol warna. Bahkan ada kandidat Cagub telah mengklaim warna ungu menjadi warna pilihan dalam kampanye nanti. Ada juga calon yang telah mengibarkan Tim Oranye. Mungkin nanti ada warna merah, kuning, hijau, atau berbagai warna yang menurut mereka memiliki arti dan keberuntungan.
Tinggal lagi pilihannya diserahkan kepada rakyat Sumsel. Tidak perlu terjebak dalam simbol warna. Tapi mulai saat ini perlu dipelajari dan dalami apa yang menjadi program dari bakal calon kandidat. Masalahnya kini massa dan rakyat keseluruhan hanya dijejali dan dipamerkan slogan-slogan program yang notabene kita tidak tahu kebenarannya. Saatnya rakyat sebagai pemilih untuk tidak terpengaruh dengan berbagai slogan-slogan. Apalagi slogan-slogan itu muncul dari para pengekor.
Oleh karena itu, mulai sekarang perlu membuka dialog dengan semua bakal calon kandidat. Para pemilih perlu membikin jaringan pemilih cerdas, untuk membedah program para kandidat. Sehingga pada akhirnya akan tahu, mana program yang hanya slogan dari pengekor dan mana program yang telah terbukti dari sang pelopor. Bukti nyata inilah yang menjadi contoh bagi pemilih ketika harus memilih. Karena cukup sudah, rakyat kita yang dibodohi, sedangkan rakyat makin sulit. Sulit untuk membeli sembako, sulit untuk mendapatkan akses pelayanan umum. Ibarat rakyat ini adalah komposisi warna, yang ada hanya warna hitam yang luntur. Masa depan yang akan dihadapi dalam keadaan hitam dan gelap.
Dalam keadaan gelap gulita, tidak tahu arah kemana mau dibawa. Saatnya pemimpin rakyat muncul untuk menerangi warna kegelapan ini. Tentu saja dengan warna cerah, terang, sejuk dan menyenangkan bagi rakyat. Kemampuan pemimpin baru, pemimpin masa depan Sumsel yang mampu membawa pencerahan bagi rakyat Sumsel. Di balik warna yang cerah yang bakal dibawa oleh bakal calon pemimpin Sumsel, tentu saja bukan warna yang menyilaukan, bukan warna yang menggugupkan dan menakutkan rakyat.
Warna-warna itu semoga membawa rakyat akan lebih baik. Warna yang membawa rakyat tidak lagi terjepit dalam impitan kemiskinan dan kemelaratan. Warna yang membawa rakyat tidak takut lagi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang berkualitas, warna yang membawa rakyat untuk tidak khawatir jumlah tagihan biaya berobat yang makin mencekik. Rakyat tidak takut lagi menjadi pengangguran atau pun rakyat tidak takut lagi menghadapi hidup ini, karena secara otomatis kualitas rakyat telah terjamin dan begitu pun lowongan kerja telah tersedia.
Jika garansi warna baru yang bakal diusung para calon kandidat dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan hak-hak rakyat yang harus dipenuhi, sudah saatnya bagi kita untuk menjatuhkan pilihan kepadanya. Kembali lagi kita mengingatkan tidak perlu tergesa-gesa akan menentukan keputusan, karena pada akhirnya bermuara kepada satu keputusan yang bertumpuh pada hati nurani. Apa kata nurani, jangan ingkari nurani, jagalah hati dalam menetapkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab dalam mengemban dan memajukan Sumsel. Selamat untuk memilih!

Tidak ada komentar: