Rabu, 05 Maret 2008

MEMAAFKAN

Memaafkan


MEMAAFKAN kepada orang yang mengaku kesalahannya adalah perbuatan yang mulia. Rasanya tidak mungkin, jika seseorang menyampaikan mohon maaf dan kita tidak memaafkannya. Karena itu maaf bukan hanya urusan satu orang yang berkepentingan. Tapi maaf adalah bentuk interaksi sesama manusia.
Maaf, satu kata yang memiliki makna sangat dalam. Mengacu pada kamus besar bahasa Indonesia maaf diartikan sebagai :
-pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda,dsb) karena suatu kesalahan,
- ungkapan permintaan ampun atau suatu penyesalan
- ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu.
Pada umumnya kata maaf diungkapkan sebagai permintaan apabila seseorang melakukan suatu kesalahan, bisa juga diartikan suatu bentuk penyesalan.
Begitu dalamnya arti kata maaf maka sejak kecil, di rumah sudah mengenalkan dan mempopulerkan kata maaf ini.
Maaf itu bukan sekadar kata-kata yang berhenti di mulut. Maaf memiliki tanggung jawab berat, mencakup penyesalan yang dalam dan tulus atas kesalahan yang diperbuat. Memahami dan mengerti permasalahan yang sedang dihadapi akibat kesalahannya. Menerima risiko dari kesalahan yang diperbuat. Satu yang terberat adalah memiliki itikad baik untuk memperbaiki keadaan yang buruk menjadi lebih baik dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama.
Bagi yang minta maaf, tentu harus dilandasi dengan keihlasan kesadaran akan kekhilafan yang diperbuat selama ini. Seseorang mengatakan untuk minta maaf lebih gampang, tapi kesadaran untuk mengubah atau memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat mengalami kesulitan. Kesadaran untuk memperbaiki itu adalah komitmen yang memang muncul dari dalam diri seseorang. Bagi yang memberi maaf juga harus dilandasi ikhlas. Sering orang telah memberikan maaf, tapi masih saja mempersoalkan kesalahan orang lain. Padahal dengan pernyataan maaf maka proses berikutnya clear dan tidak ada lagi masalah dengan orang itu.
Kini persoalan maaf jadi pembicaraan hangat. Hal ini menyangkut kasus almarhum Soeharto. Permintaan maaf dari keluarga Soeharto disampaikan saat konferensi pers di RSPP, sesaat setelah Pak Harto dinyatakan wafat.
Rakyat bisa saja telah memaafkan Pak Harto. Buktinya, penghargaan dan penghormatan terhadap mantan Presiden ke-2 terlihat dari refleksi liputan di media massa. Betapa media memberikan porsi yang besar dan pemerintah pun seolah-olah telah melupakan posisi Pak Harto seseorang yang masih bermasalah dalam proses hukum.
Mantan Presiden Soeharto telah dimakamkan di Astana Giribangun. Maaf telah diberikan oleh rakyat Indonesia. Tapi itu tidak menghalangi permintaan mengusut dugaan korupsi penguasa Orde Baru tersebut.
Mungkin kita pernah bosan memaafkan orang lain, terutama dari orang yang sama dengan kesalahan yang sama pula. Tentu saja bikin kita kesal.
Permintaan maaf mempunyai arti bahwa kita menyesali kesalahan yang kita perbuat yang melukai hati orang lain dan kita berjanji (berkomitmen) pada diri kita untuk tidak mengulanginya meskipun dalam cara maupun bentuk lain. Yang perlu diingat, kita jangan mengobral kata maaf atau menggampangkan, misalnya kita berkali-kali berbuat salah lalu kita dengan entengnya berkali-kali minta maaf tanpa upaya untuk memperbaiki diri. Jadi, kita pun harus berusaha supaya permintaan maaf kita itu dipercaya orang lain bukan kata-kata obralan yang hanya diucapkan sebatas bibir saja.
Lalu bagaimana kalau kita dihadapkan pada persoalan yang berat misalnya penghianatan, kebohongan, perselingkuhan, atau pembunuhan, kasus korupsi. Apa akan begitu mudah kita mengucapkan kata maaf dan memberi maaf. Kata memaafkan tetap dilakukan, tapi proses hukum tetap dijalankan.
Kembali lagi urusan maaf memaafkan ini gampang-gampang susah ya, balik juga ke pemahaman masing-masing memaknai esensi kata maaf itu sendiri. Tapi, kalau pun ingin hidup tenang, aman dan damai mendingan jadi orang yang pemaaf. Seorang pemaaf yang tulus, tanpa pamrih tidak peduli orang yang meminta maaf seperti apa, kalau Allah Maha Pengampun kenapa kita sebagai makhluknya yang lemah dan tidak sempurna menyombongkan diri dengan simpan rasa dendam.
Andaikan kita telah memaafkan Pak Harto, kita berharap nanti tidak akan muncul Pak Harto-pak Harto berikutnya yang membuat kesalahan yang sama dan cukup selesai dengan minta maaf. Tentu kita tidak mau hal itu terjadi. Inilah kesempatan kita ingin mewariskan sejarah yang benar. Demi keturunan anak cucu kita kelak. Kita sampaikan maaf kepada almarhum Pak Harto, dan kita berharap katakanlah dan luruskan sejarah bangsa. Proses hukum tetap dilakukan. O

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Wireless, I hope you enjoy. The address is http://wireless-brasil.blogspot.com. A hug.